Blog yang berisi catatan-catatan singkat dan sederhana. Mencoba menangkap dan menulis pesan bijak dari berbagai sumber.

About

Kamis, 30 Mei 2013

Temuan Dewi Osiris & Petaka Dewa Mabuk di Kota Baubau

Sumber foto: jurus-kungfu.blogspot.com
         Usianya mungkin sudah jalan 60-an. Saat itu, seusai sholat, dipelataran sebuah masjid ia sedang duduk asyik berdiskusi (koja-koja mantale) dengan beberapa orang jamaah. Posisi mereka melingkar, dan tampak Bapak yang bijak ini sedang menjadi perhatian beberapa jamaah itu. Banyak yang mereka bicarakan. Dan tak jauh dari tempat itu, Saya memasang telinga mendengar detail kata yang mereka ucapkan, mencoba menangkap hikmah kehidupan yang sedang mereka perbincangkan.
      Tiba-tiba Sang Bapak berujar sambil bercanda: “Memang susah jadi orang baik sekarang ini. Kalaupun kita baik, saat kita meninggal nanti, yang galikan kubur kita juga adalah peminum”. Kontan orang-orang yang sedari tadi mendengarnya tertawa terbahak. Tak terkecuali Saya. Dan memang kata si Bapak ada benarnya. Saya beberapa kali menyaksikan orang menggali kubur sambil sesekali menenggak konau. Katanya sih buat penambah tenaga. Hehehe… 
    Barangkali statemen tersebut juga sekaligus keprihatinan Sang Bapak terhadap maraknya konsumsi miras di Kota ini. Keprihatinan tentang maraknya peminum atau biar lebih keren kita sebut saja dengan “Dewa Mabuk”. Saya jadi teringat dua film yang mengisahkan tentang “Dewa Mabuk”. Yang pertama adalah Drunken Master, dibintangi oleh Jacky Chen dan yang kedua adalah The Last Hero in China yang dibintangi Jet Li. Kebetulan, nama tokoh utama di kedua film ini adalah Wong Fei Hung. 
      Dalam film Drunken Master, Wong Fei Hung (Jacky Chen) yang sejak awal dilarang oleh ayahnya untuk menggunakan jurus tinju mabuk ketika bertarung, dengan terpaksa harus menggunakannya untuk menghadapi para begundal. Sambil meminum arak yang membuat gerakan kungfunya lebih berbahaya, satu demi satu para begundal dapat ditaklukkannya. Namun sayang, dalam keadaan mabuk berat ia menjadi lupa siapa kawan dan siapa lawan. Ayah kandungnya ikut pula diserangnya. Ia menjadi tidak sadar. Perilakunya tidak bisa dikendalikannya lagi. 
       Arak, Konau dan sejenisnya adalah minuman yang mengandung alkohol, sebuah zat psikoaktif yang bersifat adiktif. Teguh Pribadi mendefinisikan Zat psikoatif sebagai golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang. Sedangkan adiksi atau adiktif adalah suatu keadaan kecanduan atau ketergantungan terhadap jenis zat tertentu. Seseorang yang menggunakan alkohol mempunyai rentang respon yang tidak stabil dari kondisi yang ringan sampai berat. 
      World Health Organization (WHO) memperkirakan saat ini jumlah pecandu alkohol diseluruh dunia mencapai 64 juta orang, dengan angka ketergantungan yang beragam di setiap negara. Di Amerika misalnya, terdapat lebih dari 15 juta orang yang mengalami ketergantungan alkohol dengan 25% diantaranya adalah pecandu dari kalangan wanita. Kelompok usia tertinggi pengguna alkohol di negara ini adalah 20 - 30 tahun, sementara kelompok usia terendah pengguna alkohol adalah di atas 60 tahun, dan rata- rata mereka mulai mengkonsumsi alkohol semenjak usia 15 tahun.
       Konon, Dewi Osiris, seorang dewi dalam mitologi mesir yang pertama kali menemukan bouza, sejenis Bir. Minuman beralkohol bagi bangsa Mesir Kuno, yang digunakan sebagai obat, dan perayaan atau upacara keagamaan. Dalam perkembangan selanjutnya, anggur dianggap sebagai minuman kaum ningrat (aristocrat) dan bir adalah minuman rakyat jelata (masses). Di Kota Baubau, juga dijumpai banyak minuman tradisional yang mengandung alkohol. 
       Nah kalau sudah mengkonsumsi minuman jenis ini dalam jumlah yang banyak, hasilnya adalah mabuk. Pada saat ini, perasaan pengguna alkohol sangat labil, mudah tersinggung, perhatian terhadap lingkungan menjadi terganggu. Kondisi ini menekan pusat pengendalian diri sehingga pengguna menjadi agresif, bila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan yang melanggar norma bahkan memicu tindakan kriminal serta meningkatkan resiko kecelakaan.
        Beberapa hari yang lalu, sebuah Koran lokal (Baubau Pos) kembali menginformasikan peristiwa penebasan yang terjadi di sebuah kelurahan di Kota ini. Beritanya terpampang di halaman depan, dengan judul ‘Adik Tebas Leher Kakak’. Korban penebasan dilarikan ke RS Murhum untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil visumnya, sebagaimana Koran lokal ini memberitakan, terdapat 33 jahitan, sebanyak 21 jahitan di bagian luar, dan 12 jahitan di bagian dalam luka. Si pelaku yang juga adik Sang korban tega menebas leher kakaknya setelah mengkonsumsi minuman beralkohol alias miras. Ini berita terbaru lagi bagi Saya.
       Sebelumnya, banyak kasus serupa (penebasan, penikaman dan sejenisnya) yang saya temui di Kota Baubau ini, juga terjadi karena peran miras. Korbannya banyak di RSUD. Saya saksikan sendiri. Bahkan juga merawatnya. Mulai dari yang Alhamdulillah “tidak apa-apa” sampai yang meninggal dunia. Pun yang meregang nyawa didepan mataku. 
       Menurut seorang peneliti, ada berbagai macam tujuan orang untuk menggunakan alcohol. Ada yang bersifat rasional, yaitu ketika berkumpul bersama-sama teman sebaya, misalnya pada waktu pertemuan malam minggu, ulang tahun atau acara pesta lainnya. Penggunaan ini mempunyai tujuan untuk rekreasi bersama teman sebaya. Ada juga yang bersifat situasional, dimana seseorang mengkonsumsi alkohol dengan tujuan tertentu secara individual, hal itu sebagai pemenuhan kebutuhan seseorang yang harus dipenuhi. Seringkali penggunaan ini merupakan cara untuk melarikan diri dari masalah, konflik, stress dan frustasi.
     Adapula yang masih dalam taraf eksperimen, dimana seseorang mengkonsumsi alcohol disebabkan rasa ingin tahu dari seseorang (remaja). Sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya, remaja selalu ingin mencari pengalaman baru atau sering juga dikatakan taraf coba-coba, termasuk juga mencoba menggunakan alkohol. 
         Tapi apapun alasannya, menurut pendapat saya, perilaku seperti ini harus dihentikan. Cukuplah korban yang sudah “berjatuhan” selama ini. Tak perlu di tambah lagi. Sekarang bukan saatnya lagi untuk menutup mata. Contoh yang saya sebutkan diatas belum termasuk beberapa efek jangka pendek dan jangka panjangnya yang juga tidak kalah berbahaya. Jadi, mari beritahu keluarga, sahabat, teman dan orang-orang yang kita sayangi agar menghindari konsumsi minuman beralkohol. 
       Rekomendasi WHO bagi seluruh negara di dunia adalah mengadopsi suatu program nasional penganganan masalah penyalahgunaan alkohol yang komprehensif (education, treatment, and regulation) dan disesuaikan dengan budaya yang ada pada tiap-tiap Negara.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More